dibalik bencana
Sketsa di Balik Bencana
Sorotan media yang begitu gencar dan fokus memberitakan
kejadian bencana alam beberapa minggu
ini, memang sangat memilukan. Apalagi media elektronik. Bahkan tak luput dan bertupi-tubi mengupas sisi
bencana alam dari meja redaksinya. Pasalnya, NKRI sedang dirundung tangisan
para korban bencana alam yang beruntut. Mulai dari banjir bandang di Wasior di Papua Barat, Tsunami di
Mentawai, dan letusan merapi di Sleman, Yogyakarta.
Ironis memang. Korban
yang berjatuhan sampai meninggalkan luka
yang mendalam bagi sanak keluarga yang masih bisa terbata untuk tetap berjuang
hidup. Segalanya telah dilahap habis oleh banjir, tsunami dan letusan merapi.
Kini hanya meninggalkan puing-puing
kenangan indah pada masa sebelum datangnya bencana. Ketika alam tak lagi santun
menghargai aktivitas manusia. Ia murka, bukan berarti tanpa sebab. Karena
adanya Sebab itulah timbul akibat,
yang perlu ditelusuri karena merupakan
sebuah rahasia alam yang penuh dengan teka-teki. Ketika semua itu terjawab,
maka segenap manusia akan bisa berbenah atas apa yang telah di dilakukan pada
bumi pertiwi ini.
Menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menjaga
keseimbangan alam,manusia dan Sang Pencipta. Fenomena alam saat ini yang begitu
tak bersahabat lagi , menyumbangkan
luka mendalam pada korban bencana
alam. Rumah, lahan pertanian, ternak, dan harta benda lainnya telah ludes
habis, terjamah bencana yang maha dasyat tersebut. Cercahan tangis dan ratusan
jiwa melayang. Tak terduga sebelumnya,
kerabat dekat dan sanak keluarga harus secepat itu menghadap sang khalik,
akibat buasnya alam kepada penghuni negeri ini.
Apalagi letusan yang
terjadi di gunung merapi di Yogyakarta beberapa kali, membuat warga, relawan
dan pemerintah panik dan harus melakukan
apa, untuk menghadapinya. Keadaan alam tak bisa diprediksi lagi. Hitungan
ilmiah pun tak bisa menjamin sepenuhnya situasi alam, karena keadaan cuaca yang acapa kali berubah-ubah.
Dataran tinggi lain diindonesia pun saat ini dipredeksi berstatus waspada,
dimana jejaknya dipastikan menyerupai merapi sana. Sehingga warga yang mendiami
wilayah gunung yang terbilang “bergejolak”, harus ekstra hati-hati
Bantuan dengan Motif
Pasca bencana yang
terjadi di tiga titik wilayah di Indonesia, setidaknya mengetuk rasa belas
kasihan dari segala penjurudaerah ,
bahkan sampai negara tetangga .
Begitupun yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini.
Stand–stand peduli bencana alam
berdiri dengan sigap dipelosok kota besar Indonesia adalah
bukti kongret, bahwa kepedulian sebagai warga negara dalam menjungjung
persatuan dan kesatuan tetap terjaga dengan teguh. Mahasiswa turun kejalan
dengan menyuarakan keadaan alam yang sedang tak bersahabat di titik bencana
diindonesia, yang pada intinya untuk menggugah rasa kepedulian masyarakat.
Begitupun para siswa siswi SD sampai dengan SMU dengan penuh
keikhlasan menyisihkan uang jajannya untuk kawan-kawan mereka yang terkena
amukan bencana. Artis dan kalangan musisi, tak kalah pedulinya. Bantuan pun beragam . bukan hanya dari segi
materi(uang) namun ada juga yang menyumbangkan
makanan Instan, pakaian , obat-obatan dan selimut.
Namun sayangnya, moment memilukan tersebut selalu ada oknum
tertentu yang memanfaatkannya. Dibalik kejadian pasti ada hikmahnya. Ternyata
hikmah itulah yang ditunggu, sehingga
nanti mendatanggakan keutungan meskipun tidak secara langsung, namun
berdampak secara kontinyuitas. Lihat
saja bentangan spanduk-spanduk partai politik dan industri yang
mengatasnamakann relawan “dadakan” . Bak promisi kecil-kecilan dan menjadi dewa
penyelamat.
Bukan berarti berpandangan negatif dan tidak mengapresiasi
bantuan yang ditawarkan, namun secara tidak langsung ini menjadi beban
dimasyarakat, ketika nanti keadaan membaik, sehingga memaksa warga secara halus
untuk membalas budi. Entah pada waktu
masa Pemilu maupun pembelian barang dan jasa terhadap industri
bersangkutan .
Memang saat ini, untuk mencarai bantuan tanpa pamrih amat lah
sulit. Ada saja yang menginginkan balasan, meskipun dalam bentuk pencitraan.
Ya, mau bagaimana lagi, kalau mau eksis memang harus “narsis”. Namun tidak sedikit pula yang mau
menjadi relawan tanpa pamrih.tanpa balasan berupa materi sepeser pun. Kita
patut salud.
Sikap Pemerintah
Saat bencana terjadi dinegeri ini, pemerintah selalu mersakan
kewalahan luar biasa. Ternyata Pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum
siap menangani berbagai bencana yang melanda . hal ini ditengarai karena belum
adanya Standard operation procedure (SOP). Akibatnya penanganan bencana menjadi
serabutan, tumbang tindih antarinstansi, dan penaganan bencana tidak
terintegrasi. Pentingnya SOP sebagai rujukan utama pemerintah dalam manajemen
penanggulangan bencanan, seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir
dan tanah longsor(Kompas, 9/11/2010)
Selain itu pula, dibalik kemelut bencana yang terjadi di
tanah air dan penanganan yang masih lemah
oleh pemerintah, ternyata diimbangi
oleh budaya wakil rakyat
untuk plesiran . tentu saja dengan alasan yang masuk akal,
yaitu demi kepentingan rakyat dan daerah yang
dipimpinnya. Rakyat pun hanya bisa menggerutu dan tak bisa banyak berbuat apa, yang jelasnya saat ini
mereka berusaha untuk tetap bangkit dalam keterpurukan.
Beban pikiran bahkan
stress menghampiri para korban bencana alam. Ada yang nekad mengakhiri nyawanya, karena tidak
mampu lagi menerima keadaan. Tentu saja hal tersebut, tak sepatutnya terjadi.
Hidup harus tetap diperjuangakan.
Bagaimanapun rintangannya. Saat ini dibutuhkan sokongan motivasi berupa
dukungan dan doa dari masyarakat seluruh NKRI kepada warga
yang tertimpa bencana .
Upaya yang terpenting pula saat ini dilakukan adalah langkah
rehabilitas sarana dan prasarana TKP, beserta mental korban bencana. Karena,
bencana yang terjadi pastinya
menimbulkan teroma akut yang menggejala pada psikologis warga. Ditambah
lagi harta benda yang telah lenyap. Menguatkan
iman serta tekad untuk membangun daerah yang terpuruk, dan peran tokoh
masyarakat beserta pemuka agama. Khususnya
pemerintah, sebagaai pemegang kekuasaan tertinggi dalam menyikapi
fenomena tersebut.
Artikel ini berasal dari https://kotakinformasi.wordpress.com
Mantap artikelnya
BalasHapusmantapp terimakasih apresiasi
HapusTerima kasih atas Infonya
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusIni membuat dikurangi saya bertambah wawasan dan ilmunya. Terima kasih
BalasHapusTerimakasih
BalasHapusUnch unch
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMks loh
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih sangat membantu
BalasHapusTerimakasih sangat membanth
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapus